Peran Anak Maluku Di Kancah Internasional

Beijing, SwaraMaritim – Suat kebanggaan bagi kita orang Maluku, dapat melihat seorang putra terbaik Maluku yang menjadi seorang duta besar di China dan Mongolia. Peran Duta Besar sangatlah penting demi kelangsungan hubungan diplomatik antara kedua negara.

Dalam perjalanan ke China, saya melihat bagaimana Dubes Djauhary Oratmangun membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan segala pihak. Pendekatan kultural dan fleksibilas pergaulan dan membawa diri yang begitu ramah membuat semua orang begitu nyaman berada dan berhubungan dengan Dubes Djauhary Oratmangun.

Satu hal yg lebih membanggakan lagi, beliau selalu berusaha membuka peluang investasi dari pengusaha di China ke Indonesia, demi memajukan setiap daerah di Indonesia.

Saya sungguh melihat peluang yang besar apabila pemerintah daerah Maluku dan Kabupaten/Kota di Maluku mau memanfaatkan situasi ini, untuk menggaet investor masuk ke daerah masing-masing.
Karena dalam 4 bulan lebih Pak Dubes Djauhary di China, ada beberapa kepala daerah dari Kalimantan, Jawa dan Bali yang berkunjung ke China, demi melihat peluang mengundang investor masuk kedaerahnya.

Yang terakhir saya bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat yang membawa delegasi kesenian, perdagangan dan pariwisata serta Bappeda berkunjung ke Nanning dalam acara CA EXPO (China Asean Expo ). Dalam CA EXPO tersebut, Indonesia raih transaksi yang signifikan yaitu sebesar USD 5,8 juta.

Saya melihat masih banyak hal kedepan yang bagus dan bermanfaat dan bisa menjadi peluang untuk kita orang Maluku. Lewat Dubes Djauhary Oratmangun selaku putra Maluku .

Harapan saya, Pemerintah Daerah di Maluku dapat melihat ini sebagai peluang sekaligus momentum yang baik untuk Maluku, sehingga kita tidak hanya membanggakan beliau sebagai anak Maluku, melainkan lebih dari itu, lewat peran beliau di kancah internasional, dapat membawa manfaat dalam segala hal untuk Maluku.

Yang ingin saya katakan, Duta Besar adalah representatif negara buat negara lain, sehingga dalam penyebutan panggilan secara formal adalah “Yang Mulia Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh”.

Tentu Duta Besar Djauhary berkuasa penuh dalam memberikan peluang buat semua hal yang berhubungan dengan diplomatik kedua negara, sehingga bukanlah hal yang susah untuk membuka peluang investasi maupun kerjasama lainnya untuk Maluku.

Hanya bagaimana kita melihat hal ini, bukan hanya untuk bangga-banggaan, melainkan dapat memberikan manfaat lebih untuk Maluku.

(Oleh Gerry Habel Hukubun dari Beijing)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *