Rayakan 60 Tahun Persahabatan, New Zealand – Maluku Luncurkan NZMATES

AMBON, SwaraMaritim – Untuk memperingati 60 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan New Zealand, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MGAT NZ) dan Pemerintah Indonesia berkolaborasi untuk memenuhi ratio elektrifikasi Indonesia menjadi 99,9% dan mencapai target 23% energi terbarukan pada tahun 2025.

Oleh karena itu, maka pada Rabu (28/11), Pemerintah Provinsi Maluku dan Duta Besar New Zealand untuk Indonesia resmi meluncurkan program akses New Zealand – Maluku ke dukungan energi terbarukan (NZMATES).

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatangan MoU antara Pemerintah Provinsi Maluku, dalam hal ini Gubernur Said Assagaff dengan Mercy Korps, yang merupakan yayasan yang bekerjasama dengan perusahaan energi terbarukan New Zealand, Infratec, LTD, yang berlangsung dilantai 7 kantor Gubernur Maluku.

Dalam pelaksanaan program ini Mercy Corps bekerjasama dengan EBTKE, PLN, Bappeda, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta masyarakat lokal, sektor swasta dan lembaga pendidikan.

Dalam sambutannya Gubernur mengutarakan, potensi sumber daya alam yang dimiliki Maluku terutama bidang energi sangat melimpah. “Namun hal tersebut terkendala dengan infrastruktur dasar, keterbatasan akses transportasi, sarana dan prasarana dan tidak kalah pentingnya itu masih belum meratanya akses layanan dan listrik di setiap pulau, khususnya di pulau besar, Seram dan Buru, serta di pulau-pulau terluar, tertinggal dan perbatasan,”jelasnya.

Menurut Gubernur, semua faktor tersebut, yang memberi kontribusi terhadap masih adanya angka kemiskinan di daerah Maluku. “Berbagai persoalan ini tentu perlu mendapat perhatian khusus terutama pada akses untuk menikmati pelayanan listrik secara merata di seluruh wilayah,”ungkapnya.

Dirinya menyadari akan kebutuhan listrik yang begitu besar, guna meningkatkan mata pencaharian masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar baik itu dibidang pendidikan, kesehatan serta ketahanan energi daerah masing-masing. “Upaya untuk ketersediaan layanan kelistrikan secara merata atau berkualitas, sedikit terkendala dengan kondisi geografis wilayah kepualauan Maluku, serta mahalnya pembangunan infrastruktur untuk energi konvesional di wilayah-wilayah kepulauan,”tandasnya.

Dengan demikian, melalui program New Zealand Maluku Access To Renewable Energi Support (ZMATES) dengan dukungan pemerintah dari New Zealand bersama Mercy corps, orang nomor satu di Maluku ini berharap dapat memberi solusi dalam mengileminir masalah-masalah kelistrikan melalui energi terbarukan. “Hal ini didukung energi sumber daya, energi terbaru yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pembangunan. Seperti halnya panas bumi, arus laut. Tenaga angin, tenaga surya, dan pemanfaatan air, biomas dan lain sebagainya semua itu ada di daerah kami,”ungkapnya.

Dikatakannya, implementasi dari pelaksanaan kegiatan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam bentuk penandatangan kerjasama, dalam rangka mendukung pemanfaatan energi terbarukan untuk kesejahteraan masyarakat Maluku.

Sementara itu, Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Dr. Trevor Matheson, mengatakan, pemerintah New Zealand menyediakan NZD 10 juta untuk menerapkan program ZMATES sampai 2023. “Program ini bertujuan untuk mendukug pengembangan dan pelaksanaan proyek-proyek energi terbarukan di pulau Seram, terutama proyek air dan surya, dan berpotensi juga angin, biomassa dari teknologi pembangkit lainnya,”tuturnya.

Dubes menjelaskan, NZMTES adalah kolaborasi tiga pihak antar Pemerintah New Zealand dengan Direktorat Jenderal energi terbarukan dan konservasi energi energi kementerian energi dan sumber daya mineral Dan PLN. (SwM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *