Korwil KSBSI Dan Ketua SPSI Himbau Buruh Tidak Ikut Demo 212

AMBON, SwaraMaritim – Jelang aksi reuni 212, tersiar kabar akan adanya unjuk rasa yg dilakukan organisasi buruh yang ada di seluruh Indonesia, termasuk di Maluku.

Pada kenyataannya, organisasi buruh di Maluku, dengan tegas menolak rencana unjuk rasa pada 2 Desember 2018 besok.

Kordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Maluku, Yeheskel Haurissa SH dan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Maluku, Matheis Kailola, pada Jumat (1/12) mengistruksikan kepada seluruh buruh/pekerja di wilayah Provinsi Maluku untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa yang dikenal dengan 212.
“Kami meminta kepada buruh/pekerja di seluruh Maluku, untuk tidak terpancing dengan ajakan dari pihak manapun untuk memanfaatkan kita, demi kepentingan mereka. Apalagi yang berkaitan dengan politik,”tegas Haurissa.

Sementara itu menurut Kailola, siapapun yang terpilih dalam pileg dan pilpres tahun 2019 nanti, itu adalah keinginan rakyat yang direstui Tuhan sang penguasa alam semesta. “Demokrasi harus jujur dan adil. Karena itu merupakan hak setiap warga negara, yang dijamin undang-undang,”tandasnya.

Dirinya dengan tegas menolak intervensi dari tokoh-tokoh politik yang ingin memanfaatkan buruh dan pekerja dan menggiring dalam sebuah pilihan politik untuk memilih orang tertentu atau partai tertentu. “Kami kaum buruh dan pekerja di Provinsi Maluku menolak segala bentuk intervensi dari tokoh politik ataupun partai politik manapun, yang ingin menggiring kami dalamenentukan pilihan politik pada pileg dan pilpres 2019. Untuk itu kami menyatukan tekad untuk tetap mendukung pemerintah RI,”ucapnya. (SwM03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *