2019 Jembatan Fair Akan Dibangun Baru

AMBON, SwaraMaritim – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Maluku dan Maluku Utara, Satrio Sugeng Prayitno,mengatakan, BPJN akan membangun jembatan gantung Fair yang pada Sabtu (1/12), putus. Saat ini pihak BPJN sedang menghitung besarnya biaya pembuatan jembatan yang terletak di Dusun Fair Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual, yang merupakan jembatan satu-satunya penghubung pulau Fair dan Pulau Kei Kecil . “Saat ini kami sedang menghitung besarnya anggaran. Karena jembatan gantung ini akan dibangun baru dan lebih baik lagi,” tandasnya usai mengikuti upacara Hari Bakti PU ke-73, pada Senin (3/12).

Menurut orang nomor satu di BPJN XVI, penyebab putusnya jembatan gantung Fair ini, salah satu karena kurangnya pemeliharan. “Letak jembatan kan di pinggir laut, jadi pemeliharaannya harus lebih intensif,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, ketika ditanyakan tentang kasus pencurian alat-alat pendukung Jembatan Merah Putih, Prayitno menjelaskan, barang yang hilang adalah tempat pembuangan air yang terbuat dari baja. “Semua barang yang ada di JMP, memiliki fungsi masing masing. Jadi sebaiknya kita dan juga masyarakat saling menjaga, karena ini demi kepentingan bersama. Kata kuncinya sama sama menjaga,” tandasnya.

Menurutnya, saat ini BPJN XVI sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian, untuk mengungkapkan dalang pencurian barang tersebut. ” Kami sudah kerjasama dengan polisi, dalam hal ini Polda Maluku. Mudah-mudahan secepatnya bisa terungkap siapa pelakunya, apalagi kan ada cctv. Mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi kasus pencurian di JMP,”ujarnya.

Dia juga mengatakan, tidak hanya kasus pencurian barang milik JMP, tetapi ada juga aksi coret-coret di JMP. “Saya berharap saya masyarakat di Ambon menjaga JMP, karena ini jembatan milik bersama,” tandasnya. (SwM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *