AGP Komitmen Ringankan Beban Rakyat Dengan Gelar Pasar Murah Di SBB

WAISARISSA, SwaraMaritim.com – Komitmen Artha Graha Peduli ( AGP) bersama mitra usaha, Indofood dan Sinarmas, dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu, diwujudkan dengan digelarnya pasar murah di awal tahun 2019 ini dan dimulai pada tanggal 25 Januari di 2000 titik di 32 provinsi di Indonesia.

” Pasar murah ini kami gelar sebagai bagian dari komitmen AGP dalam bantu meringankan beban masyarakat kurang mampu sehingga dapat memenuhi kebutuhan sembako dengan harga yang sangat terjangkau” jelas Nasrun, Koordinator lapangan pasar murah AGP dari Indonesia Mitra Jaya (IMJ) di salah satu lokasi pasar Murah AGP di Desa Waisarissa Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu (16/02/2019).

Nasrun menambahkan paket sembako yang terdiri dari beras, minyak, gula, dan mie instan ini diberikan subsidi kurang lebih 50% dari AGP.

Sebelumnya saat pembukaan acara Pasar Murah AGP di Jakarta ketua pelaksana harian AGP Heka Hertanto menambahkan, pasar murah ini adalah wujud dari pelaksanaan pilar AGP ke 3, yaitu Sosial Kemasyarakatan. Untuk pasar murah kali ini AGP menggandengnya mitra usaha Indofood dan Sinarmas.

“Mudah-mudahan program ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat yang kurang beruntung di Indonesia,” pungkas Heka.

Untuk tahun 2019 ini, AGP melalui PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ), mulai melakukan pasar murah sejak Sabtu (16/02/2019) hingga selesai, dengan menjual 1500 paket sembako.

Menurut Nasrun, penjualan ini dikhususkan bagi warga Desa Kamal dan Desa Waisarissa di Kabupaten SBB.
“Masyarakat yang datang harus membawa KTP. Ini bertujuan agar kami juga bisa mengenal lebih dekat masyarakat yang ada disekeliling kami, yang benar-benar membutuhkan. Kami juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan warga,”jelas Nasrun.

Sementara itu, masyarakat yang datang ke pasar murah yang AGP ini juga merasa bersyukur, karena setiap tahun kegiatan pasar murah tetap diselenggarakan oleh PT IMJ. “Walaupun perusahaan belum beroperasi, tetapi mereka tetap memperhatikan kami, masyarakat yang ada disekitar perusahaan,”ujar Oma An Nahuway.

Wanita berusia 78 tahun yang merupakan warga RT 01 Desa Waisarissa ini, memiliki 5 orang anak. Dengan mengandalkan pensiunan suami, dirinya bersyukur karena pasar murah yang jika dihargai normal seharga Rp 60ribuan, tetapi bisa dibeli dengan Rp 30ribu.

Hal yang sama juga diungkapkan Pendeta Gereja GPM Efrata, Ibu Sapasuru/Lesbatta. Sebagai pimpinan umat di Desa Waisarissa, dirinya bersyukur dengan pasar murah yang dilakukan PT IMJ. Dirinya juga berharap agar PT IMJ bisa beroperasi, sehingga terbuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Desa Kamal dan Waisarissa. “Dulu masyarakat kedua desa ini sangat sejahtera. Tapi sejak tutupnya perusahaan yang lama, kondisi masyarakat jadi terpuruk. Oleh karena itu kami terus berdoa kepada Tuhan, agar PT IMJ dan Pak Tomy Winata tetap diberkati Tuhan, dan kedepan perusahaan bisa beroperasi,”harapnya.

Menurutnya, selama ini hanya PT IMJ saja yang melakukan pasar murah di Desa Waisarissa dan Desa Kamal. Tidak ada perusahaan lain, maupun instansi pemerintah. (SwM02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *