Pemprov Maluku Gelar Pasar Murah Guna Santuni Fakir Miskin 

AMBON, SwaraMaritim.com – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku gelar pasar murah menjelang Idhul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah, yang bertempat di pelataran kantor Disperindag, Jl. A. M. Sangadji, Kota Ambon, Senin (27/05/2019).

Dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku (Sekda), Hamin Bin Tahir mengatakan, kegiatan pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Maluku ini dirancang khusus untuk kaum muslim yang merayakan hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah Tahun 2019.

Dia mengatakan, pasar murah adalah salah satu bentuk kepedulian dari pemerintah kepada masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, dengan penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari yang harganya dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang penuh kesabaran dan bulan tolong menolong, sehingga dengan adanya bulan puasa ini akan lebih meningkatkan iman dan Taqwa serta juga meningkatkan toleransi satu sama lain. Tentunya akan menumbuhkan tekad dan semangat untuk dapat menyantuni fakir miskin sebagai wujud kepedulian sosial,” ucapnya.

Selain itu dirinya mengakui, bulan puasa merupakan media untuk saling menghargai perbedaan yang merupakan anugrah Tuhan, dalam hidup harus lebih memperkokoh dan mempererat hubungan kekerabatan yang di jiwai oleh nilai baik ukhuwah islamiah.

“Hal ini patut disikapi sebagai kekuatan yang besar dalam menggerakkan pembangunan di Provinsi Maluku menuju kebersamaan yang berawal dari keanekaragaman. Konsistensi ini dapat di aplikasikan dalam hidup untuk memantapkan toleransi dan meningkatkan kerukunan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Disperindag Maluku, Elvis Pattiselano mengatakan, untuk melihat persiapan kebutuhan” masyarakat menjelang idul fitri, semua stok sudah tersedia.

“Tahun ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan apresiasi kepada dinas terkait mulai dari Dinas perikanan, ketahanan pangan, bulog, satgas pangan yang telah menaruh perhatian serius untuk memberikan kemudahan untuk masyarakat dalam menjangkau kebutuhan-kebutuhan pokok terutama dalam menjalankan puasa bulan Ramadhan sekaligus memantau kebutuhan pokok pada 1 Syawal 1440 H,jelasnya.

Dikatakannya, perikanan sudah mengambil langkah untuk memenuhi kebutuhan ikan dan satgas pangan juga sudah mengambil hal yg sama. Perindag dan Bulog juga sudah melaksanakan kegiatan selama 1 bulan penuh.

“Semuanya tidak lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sampai hari ini kebutuhan pokok masih tercukupi. Kalau stok kita tersedia dalam jumlah yang cukup, minggu lalu ada dua kapal bongkar ada kurang lebih 30 kontener lebih yang berisi kebutuhan pokok yaitu beras kurang lebih ada 25 kontener, telur, daging ayam, minyak goreng ada 3 kontener. Kita sudah punya jadwal kapal dan terakhir menjelang idul fitri tanggal 3 masih ada kapal yang masuk, jadi stok tersedia dalam jumlah yang cukup. Tadi seperti apa yang disampaikan pak sekda dalam sambutan. Kita punya 3 komoditi yang cukup memicu inflasi yaitu cabe rawit, bawang putih dan bawang merah,” jelasnya.

Pattiselano menjelaskan, bawang putih dan bawang merah sudah turun harga. Informasi dari para pemasok dan distributor bahwa bawang putih gelombang berikut akan terjadi penurunan harga daris central mulai minggi lalu.

“Mungkin hanya harga cabai masih mahal karena sentra produksinya terbatas, oleh karena itu harganya masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami tim inflasi,” paparnya.

Dia menambahkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku telah melakukan  mobilenya untuk Pasar Murah di beberapa lokasi yakni Maluku Tengah, Kecamatan Leihitu dan Salahutu. Kali ini Dinas Perindag Provinsi Maluku mencoba modifikasi 2 hari pertama untuk wilayah kota Ambon. Mulai dari Laha, Wailete kemudian merapat ke Poka/Rumah Tiga. Besok kita masuk dalam kota yaitu di Galunggung.

“Diharapkan pasar murah ini tidak hanya bermanfaat bagi warga di Waihaong, Ponegoro, Soabali dan Batu Merah. Kita coba untuk dia tepat sasaran. Karena setelah saya evaluasi ada masyarakat yang berulang-ulang setiap hari. Nanti masyarakat yang di daerah sebelah tidak bisa sampai ke sini, makanya kita dekatkan pasar murah ini kepada mereka agar mereka juga bisa menikmati pasar murah yang benar-benar murah ini,” bebernya. (SwM02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *