Tuasikal Buka Workshop Penyelarasan RAD Adaptasi Perubahan  Iklim Pengurangan Risiko Bencana

MASOHI, SwaraMaritim.com – Bupati Maluku Tengah ( Malteng) Tuasikal Abua, membuka secara resmi workshop Penyelarasan RAD Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana Tingkat Kabupaten Maluku Tengah yang berlangsung di ruang rapat utama Bapplitbangda pada Selasa (28/05/2019), yang di ikuti oleh perwakilan masing-masing OPD jajaran pemda Malteng.

Tuasikal dalam sambutannya yang di bacakan Assisten I bidang Pemerintahan, Wem Istia, mengatakan Workshop Penyelarasan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan lklim Pengurangan Risiko Bencana ke dalam rencana Strategi Sektor Kesehatan dan POKJA Kabupaten Maluku Tengah, akan menghasilkan kebijakan dan solusi mengenai pola penanganan bencana di bumi yang berjuluk Pamahanunusa secara terpadu, terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik.

Perkembangan dinamika cuaca dan fenomena perubahan iklim saat, ini jelas Tuasikal,  akan  berpotensi timbulnya bencana di Indonesia cukup besar dan meningkat, termasuk di Malteng.

“Pada konteks ini maka sangat diperlukan instrumen perencanaan sebagai bentuk antisipasi dalam menghadapi kondisi yang sangat fenomenal ini,”ungkapnya.

Menurut bupati dua periode ini, bahwa perencanaan hakikatnya adalah alat yang digunakan untuk memastikan masa depan yang lebih baik, dimana dalam konteks resiko bencana, masa depan yang lebih baik dicirikan dengan kesiapan untuk menghadapi bencana dengan kemampuan dalam meminimalisir dampak bencana dan kemampuan pulih pada bencana tersebut dengan baik.

“Dalam UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, disebutkan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh mulai dari tahapan pra bencana, tanggap darurat sampai pasca bencana,”jelasnya.

Hal ini menegaskan perlunya mengubah pola penanggulangan bencana yang selama ini dititik beratkan pada masa tanggap darurat, beralih pada saat pra bencana melalui pencegahan dan kesiapsiagaan dalam pengurangan resiko bencana, imbuhnya.

Dia menambahkan kalau hal ini sebagai satu aspek dalam perencanaan penanggulangan bencana pada tahapan pra bencana sebagai perencanaan kontijensi yang merupakan proses perencanaan ke depan dan dalam keadaan tidak menentu.

“Hal ini karena skenario dan tujuan disetujuinya tindakan manajerial dan teknis ditentukan secara sistem matis untuk menanggapi kejadian yang disusun agar dapat mencegah dan mengatasi secara lebih baik berdasarkan keadaan atau situasi darurat yang dihadapi,”urainya.

Tuasikal menggambarkan secara umum bahwa kejadian bencana pada suatu daerah atau wilayah memang tidak bisa diprediksi, sehingga jika bencana terjadi jumlah korban baik materil maupun jiwa juga tidak bisa kita hindari.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab dan mempunyai wewenang terhadap penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, Pemda Malteng sangat menyadari bahwa kemungkinan terjadinya bencana, sehingga harus disikapi dengan membuat suatu sistem penanggulangan bencana yang holistic.

Dia menjelaskan Rencana Aksi
Daerah Adaptasi Perubahan lklim Pengurangan Risiko Bencana merupakan hal yang penting, sebagai langkah kesiapsiagaan, melalui penyusunan rencana atau prosedur tetap penanganan, dalam rangka mengurangi ketidakpastian dampak bencana, sehingga meminimalisir adanya kerugian ataupun korban jiwa.

“Seyogyanya, rencana Aksi yang disusun ini  tidak hanya sekedar menjadi dokumen tertulis, tetapi merupakan suatu dokumen hidup yang mengandung komitmen bersama seluruh stakeholder dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan penanggulangan bencana di daerah ini,”bebernya.

Dikatakannya, dokumen ini juga hendaknya memuat skenario dan asumsi-asumsi proyeksi kebutuhan untuk tanggap darurat, karena apabila ancaman bencana selanjutnya berubah menjadi tanggap darurat, maka rencana kontijensi akan berubah menjadi rencana operasi.

“Saya berharap agar Rencana Aksi ini harus pula selaras dengan RPJMD Kabupaten Maluku Tengah sebagai dokumen induk perencanaan pembangunan daerah,”ujarnya.

Mengingat RAD Adaptasi Perubahan lklim Pengurangan Risiko Bencana akan menjadi pedoman penyelenggaraan kebencanaan di Kabupaten Maluku Tengah, Bupati berharap semua perangkat daerah terkait dapat mempedomaninya dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan terintegrasi di OPD masing-masing. (SwM04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *