Unpatti Siapkan Straregi Meningkatkan Mutu SDM Dan Institusi Di Era Revolusi Industri 4.0

AMBON, SwaraMaritim.com,- Bergulirnya Era revolusi industri 4.0 , tentu saja berdampak pada dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi seperti Universitas Pattimura (Unpatti), dalam menciptakan sumber daya manusia yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi .

Oleh karena itu  di perlukan sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi , internet , analisis big data dan komputerisasi .Penyediaan infrasuktur pembelajaran tersebut di harapkan mampu menghasilkan lulusan yang trampil dalam aspek literisasi manusia.

Periode pembangunan Unpatti tanun 2015-2019 , merupakan periode percepatan sebelum memasuki periode pengembangan lanjut tahun 2020-2024 dan dilakukan penyiapan infrasutur.

“Unpatti sebagai Pk-BLU , memungkinkan pengelolaan penggalangan dana , serta pemanfaatan anggaran yang lebih fleksibel dalam menjalankan bisnis secara akademik dan non akademik untuk peningkatan mutu layanan pendidikan dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat sehingga di perlukan peningkatan mutu kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM),” ujar Rektor Unpatti,  Prof. Dr. Marthinus Johanes Saptenno, SH., M.Hum, pada Sabtu(01/06/2019).

Menurut Saptenno , untuk merespon perkembangan lebih baik , menunjukan bahwa Unpatti saat ini ada di peringkat 102 secara nasional dari 3.244 perguruan tinggi di indonesia , dan berada pada peringkat 73 webometric secara internasional .

Selain itu total jumlah program studi meningkat signifikan dari 60 di tahun 2015 menjadi 82 prodi pada 2018, 70 prodi dan berada di kampus utama dan 12 prodi berada di luar kampus utama yaitu Dobo Kepulauan Aru, Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Ada empat prodi (program studi) yaitu prodi teknik geologi , teknik geofisika , teknik kimia dan teknik perminyakan , karena mengingat Maluku kaya akan sumber daya alam seperti gas bumi blok Masela dan lain- lainnya. Peningakatan status akreditas A meningkat 9 prodi .Terakreditas B 38 prodi, akreditas C menurun sebesar 6 prodi serta 17 prodi belum terakreditas . Sedangkan areditas B sementara dalam penyiapan reakditasi,” ungkap saptenno .

Saptenno mengakui lulusan Unpatti semakin kompetitif di pasar kerja nasional dan global dari capaian IPK rata-rata lulusan meningkat dari tahun ke tahun dengan rata-rata 3, 59 dan capaian durasi studi mahasiswa semakin pendek .

Selain itu capaian jumlah dosen terhadap mahasiswa adalah 1:23., dan jumlah dosem berkualitas S3 meningkat 326 orang (32,53 persen ) serta jumlah dosen bersertifikat, pendidik 823 orang ( 82,14 persen).

“Penelitian dari tahun ke tahun meningkat, baik itu untuk para dosen dan mahasiswa serta masyarakat.
Ditambahkannya laut punya banyak potensi Unpatti akan tampil beda dengan Universitas lainnya,”jelasnya. (SwM03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *