Leleury : Youth Camp Membentuk Integritas Kaum Gereja

MASOHI,  SwaraMaritim.com – Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu. L. Leleury,  mengatakan, kegiatan Youth Camp Departemen Kaum Muda Daerah Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) sangat penting dalam membentuk integritas diri kaum muda gereja di bidang ilmu pengetahuan yang sangat moderen dengan membentuk mental dan spiritual yang kuat sejak dini untuk mencapai cita-cita di masa yang akan datang.

Hal ini di ungkapkan Wakil Bupati dalam sambutannya saat membuka kegiatan Youth Camp departemen kaum muda daerah GSJA tingkat provinsi Maluku tahun 2019 pada Selasa( 04/06/2019) di gedung GSJA Masohi.

Didepan badan pengurus Departemen Kaum Muda Daerah GSJA Maluku,  pimpinan gereja dan peserta Youth Camp serta tokoh agama, Leleury katakan bahwa tema” Allah Tuhanku Itu Kekuatanku, Ia Membuat Kakiku Seperti Kaki Rusa dan Ia Membiarkan Aku Berjejak di Bukit-Bukitku” merupakan suatu wujud kepedulian, tanggung jawab komitmendan kontribusi kaum muda GSJA Daerah Maluku untuk terus membina kualitas para pemuda untuk miliki motivasi, kreatifitas, paradigma dalam tugas pelayanan kepada gereja, masyarakat, daerah dan negara

Menurut Leleury, dewasa ini perubahan dan tantangan jaman yang fenomenal, penuh kontradiksi dan pragmatis telah menggerogoti integritas. moral, iman, budi pekerti, kebudayaan, persaudaraan, dan interaksi antara setiap umat manusia di muka bumi ini.

“Olehnya itu, setiap individu yang lahir dan dalam masa pertumbuhannya terutama saat berada di bangku pendidikan  perlu senantiasa dibimbing dan dibekali dengan pengetahuan agama, moral dan budi pekerti serta ilmu pengetahuan yang Iebih memadai agar selalu siap menghadapi berbagai tantangan dan godaan duniawi,”jelasnya

Leleury mengingatkan,   semua orang harus bersyukur dan berterima kasih, karena kegiatan Youth Camp yang diselenggarakan saat ini merefleksikan wujud keseriusan dan tanggung jawab Departemen Kaum Muda GSJA, untuk ikut terpanggil melindungi serta membekali generasi muda khususnya para peserta Youth Camp terhadap tantangan dan pengaruh negatif yang ditimbulkan dari perkembangan jaman.

“Kegiatan ini merupakan upaya cerdas dalam mendorong para pemuda gereja maupun unsur tetkait agar lebih peka, peduli, dan proaktif serta memiliki karakter, integritas, motivasi, tanggung jawab, kreatifitas dan dedikasi dalam menjalankan panggilan tugas baik selaku pelajar dan mahasiswa maupun warga gereja sekaligus sebagai warga bangsa,” pungkasnya.

Oleh karena itu melaIui kegiatan ini Wabup mengharapkan akan mampu menjadi salah satu model ideal dalam membentuk mental spiritual, wawasan dan integritas diri dalam merajut persatuan dan kesatuan serta kerjasama untuk membangun sistem yang kuat guna membimbing pemuda gereja agar mampu berperan dan berkontribusi positif bagi gereja, masyarakat, daerah, bangsa dan negara ini.

“Dalam konteks itu. saya berharap para peserta Youth Camp, kiranya mampu memanfaatkan kesempatan yang amat berharga dan mulia ini untuk belajar, berlatih dan mempersiapkan diri sebagai generasi muda Kristen yang beriman, berdedikasi, bermartabat, bermoral, berbudi pekerli dan militan dalam menghadapi globalisasi yang fenomenal,” harapnya.

Selain itu Wabup meminta agar peserta harus mampu memanfaatkan kegiatan Youth Camp ini untuk terus merawat kebersamaan, keakraban, kekompokan dan kepedulian yang terjalin selama berlangsungnya kegiatan ini sebagai bekal dalam menyuburkan karakter dan integritas diri agar lebih cinta kepada Tuhan serta Iebih peduli kepada masa depan bangsa, lebih cinta pada daerah dan kepada tanah air untuk senantiasa bersatu padu di bawah panji kebhinekaan dalam membangun Indonesia dan daerah ini ke arah yang lebih baik. (SwM04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *