Cuaca Ekstrim Akibatkan Talut  Penahan Ombak Dua Negeri Ambruk

MASOHI, SwaraMaritim.com – Akibat hujan lebat di sertai dengan cuaca ekstrim berupa angin kencang dan ombak yang besar sejak Senin (03/06/2019) hingga Rabu (06/06/2019) kemarin, mengakibatkan talut penahan ombak di negeri Liang sepanjang 500 meter dan 20 meter di negeri Sahulauw, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ambruk.

Informasi ambruknya 520 meter talut penahan ombak di peroleh media ini dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malteng yang melakukan tugas pengawasan lapangan, dalam rangka memonitoring dampak bencana yang terjadi dalam kurun waktu sepekan akibat cuaca ekstrim di berbagai daerah dalam kecamatan.

Menurut sumber BPBD, ambruknya talut penahan ombak sepanjang 520 meter pada kedua negeri tersebut diakibatkan terjadinya pengikisan tanah pada permukaan pantai yang cukub hebat, sehingga harus di lakukan penanganan secara spesifik atau secepatnya sehingga tidak mengakibatkan pengikisan semakin melebar hingga ke jalan raya

Selain pengikisan pada wilayah permukaan pantai, ada dua rumah warga di negeri Liang yang terancam oleh ganasnya ombak sehingga berada dalam status siaga yaitu rumah milik keluarga J. Matatulla dan keluarga Pendeta Sanamase.

“Kendati demikian berdasarkan hasil pantauan dan monitoring yang di lakukan petugas BPBD Malteng tersebut, kami sudah menyampaikan laporan kepada pemda setempat maupun melakukan koordinasi dengan pihak OPD terkait dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Maluku Tengah,”ungkap Plt Kepala BPBD Bob Rahmat kepada media ini melalui telepon selulernya Jumat (07/06/2019)

Menurutnya, staff BPBD sudah melakukan pantauan dan monitoring di beberapa titik rawan bencana dan hasilnya sudah kami sampaikan ke pemda maupun OPD terkait, agar dapat di tindak lanjuti sehingga tidak menimbulkan kerugian yang semakin besar.

“Kami sarankan kepada warga yang berada di lokasi rawan bencana, agar selalu waspada dan segera evakuasi apabila terjadi bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, Wempi Samalo warga negeri Liang saat di konfirmasi media ini melalui telepon selulernya membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, memang pasca terjadinya cuaca ekstrim beberapa hari kemarin mengakibatkan talut pengaman pantai di negeri Liang dan Sahulauw ambruk dan rusak parah. Rusaknya talut pengaman pantai tersebut mengakibatkan terjadi pengikisan yang cukup hebat, sehingga hampir dua rumah warga di terjang ombak dan badai besar. Dengan demikian maka sebagai anak negeri Liang saya sangat prihatin dengan kondisi ini,”jelasnya.

Dia mengatakan, masyarakat kedua negeri sangat mengharapkan adanya perhatian serius pemda Maluku Tengah maupun Pemda Provinsi Maluku melalui Dinas terkait yaitu PUPR untuk segera mengambil tindakan secepatnya guna menghindari ancaman badai pada waktu-waktu mendatang. (SwM04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *