Ketua Komnas HAM RI Nilai Maluku Sangat Baik

AMBON, SwaraMaritim.com – Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, beserta rombongan, pada Senin (24/06/2019) kunjungi kantor Gubernur Maluku dan bertemu Gubernur Maluku, Murad Ismail diruang kerjanya.

Usai pertemuan itu, Damanik mengatakan, kunjungan Komnas HAM ke Ambon, dalam kaitan mendukung pembangunan di Maluku. “Tadi Pak Gubernur sudah jelaskan bahwa masih banyak yang perlu di kembangkan dalam aspek sumberdaya manusia, pengolahan sumberdaya alam,dan lain-lain sebagainya,”jelasnya.

Menurutnya, salah satu mandat Komnas HAM adalah mendukung pemerintah daerah untuk mengembangkan daerah tersebut dengan perspektif hak asasi manusia.

Dari pertemuan dengan Gubernur Maluku, Ketua Komnas HAM menilai Maluku sangat baik. Yang menjadi indikator adalah keramahan Gubernur serta komitmennya untuk Maluku. “Saya katakan Maluku sangat baik. Indikatornya gubernurnya ramah dan memiliki komitmen yang kuat. Saya terharu tadi dengan pak gubernur menyampaikan komitmen yang luar biasa tentang tekad beliau untuk Maluku,”tandasnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa Komnas HAM akan mendukung tekad itu bersama rakyat Maluku yang tersebar di 1.340 pulau. “Tidak gampang untuk membangun daerah yang geografisnya begitu. Semoga bisa terwujud bersama-sama tokoh masyarakat dan juga media di Maluku,”ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengatakan, tujuan peetemuan Ketua Komnas HAM RI dengan dirinya adalah untuk membicarakan beberapa hal terutama masalah kerja sama Komnas HAM dengan pemeribtah daerah. Ada hal-hal yang perlu di tingkatkan dari formal menjadi informal.

“Kalo Komnas HAM datang di kantor gubernur Maluku,pasti orang berpikir gubernur Maluku melangar HAM. Itu harus di buang jauh-jauh.Komnas HAM datang di Kantor gubernur Maluku ini, ingin bertemu dengan gubernur Maluku . Termasuk juga ada beberapa kasus yang perlu kita bicarakan. Ada pula masalah-masalah di Maluku ini termasuk kasus tanah dan segala macam. Pada intinya komnas HAM bersilaturahim dengan pemerintah provinsi Maluku itu merupakansesuatu yang luar biasa dan bagus untuk kita lakukan kerja sama kedepannya,”ujarnya.

Gubernur menjelaskan, saat ini Maluku sudah jauh berbeda dari tiga empat tahun lalu . “Waktu tahun 2014 itu Maluku masih tercatat sebagai pelanggar kalo ada pemilu, pilkada itu masuk daerah rawan satu. Tapi kemarin tidak lagi rawan, sudah berpindah ke tempat lain,”katanya. (SwM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *