Umat Stasi Tritunggal Maha Kudus Sifnana Lakukan Ziarah Rohani

SAUMLAKI, SwaraMaritim.com – Perjalanan Ziarah Rohani yang dilakukan oleh sebanyak empat belas Rukun dalam Stasi Gereja Tritunggal Maha Kudus Sifnana menuju situs bersejarah Kampung Tua yang terletak pada bagian timur Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Minggu (27/10/2019) berlangsung hikmat.

Ziarah rohani tersebut bertujuan menumbuhkembangkan keimanan terhadap Yesus Kristus melalui devosi khusus sebulan penuh kepada Bunda Maria sesuai tradisi Gereja Katolik, sekaligus dalam rangka mengenang sejarah untuk pertama kalinya Gereja Tritunggal Maha Kudus Sifnana dibentuk dan ditakhtakan lewat pembabtisan pertama kali 53 orang anak di Kelyotak pada tahun 1915 lalu oleh kedua Misionaris, Mgr. Yoseph Klerks dan Mgr. Edduard Kappers sebagai orang pertama yang menginjakan kakinya di Bumi Duan Lolat guna menyebarkan ajaran Katolik pada tahun 1910 silam.

Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS) Tritunggal Maha Kudus Sifnana, Herman Yoseph Kelbulan saat memberikan ketetangan tentang prosesi ziarah mengatakan, program ziarah rohani tersebut awalnya digagas oleh Pastor Paroki, Yan Alubwaman bersama DPS Gereja Tritunggal Maha Kudus Sifnana serta Pemerintah Desa Sifnana untuk setiap tahunnya secara rutin melakukan ziarah menuju situs bersejarah tersebut.

“Disana telah dibangun sebuah Kapel sebagai tempat berdoa oleh seorang tokoh asal Desa Sifnana, Mathias Malaka dan sebuah arca Bunda Maria juga ditakhtakan di sana. Untuk itu, dalam rangka pengembangan iman umat maka setiap tahunnya umat melakukan Ziarah setiap bulan Oktober yang mana, pada bulan tersebut menjadi bulan puncak ibadah dan devosi kepada Bunda Maria,” tutur Kelbulan.

Kelbulan menjelaskan, prosesi ziarah rohani oleh sebanyak empat belas Rukun menuju lokasi Kampung Tua Kelyotak dilakukan subuh dinihari pukul 05.00 WIT. Lokasi start yang bertempat tepat di depan monumen bersejarah Wetole sebagai tempat pendaratan pertama kapal kedua Misionaris pembawa ajaran Katolik di Bumi Duan Lolat dan rombongan ziarah kemudian bergerak menuju Kelyotak sambil melakukan devosi khusus kepada Maria.

Setibanya rombongan ziarah di lokasi Kelyotak lanjut Kelbulan, peziarah kemudian mengikuti prosesi Misa Kudus yang dipimpin oleh Pastur Simon Petrus Matrutty, Pr dan dilanjutkan dengan makan patita bersama kalangan umat stasi serta prosesi penyembahan.

“Makna dari berziarah adalah bersama Ibunda Maria sebagai Ibu Tuhan menuju tujuan kehidupan yang utama, yakni Yesus Kristus. Dibalik itu, sifat kerendahan hati yang diajarkan Yesus adalah strategi yang tepat untuk memenangkan segala pertarungan, karena kerendahan hati adalah satu sikap yang dapat mengatasi segala sesuatu permasalahan. Kerendahan hati menembus segalanya,” ungkap Pastur Simon Petrus Matrutty dalam khotbahnya.

Menurut Matrutty yang juga menjabat sebagai Wakil Uskup Diosis Amboina, prosesi tersebut merupakan kegiatan Ziarah untuk mengisi bulan Rosario. Dalam tradisi Umat Katolik, setiap bulan Rosario, ada saat dimana Umat Katolik harus berziarah sambil berdoa Rosario guna menghormati Bunda Maria sekaligus berdoa kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria untuk maksud-maksud kita terutama kehidupan sebagai umat beriman.

“Per Mariam et Jesum yang berarti menuju Yesus melalui Bunda Maria adalah istilah yang sering kita dengar. Semakin banyak mendekatkan diri dengan Maria sebagai Ibu Yesus, maka semakin dekat pula dengan keselamatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati KKT Petrus Fatlolon yang turut mengambil bagian dalam prosesi ziarah menyambut baik kegiatan prosesi ziarah tersebut. Dirinya mengatakan, ziarah rohani merupakan satu hal yang luar biasa, sekaligus menghimbau Pemerintah Desa Sifnana agar selalu menjaga dan melestarikan situs bersejarah Kelyotak tersebut agar bisa menjadi aset berharga secara turun-temurun. Dirinya berjanji dalam waktu dekat akan memprogramkan pembenahan akses jalan menuju Kelyotak agar bisa dikunjungi bukan saja oleh umat Katolik, namun bisa dikunjungi oleh seluruh kalangan.

“Kegiatan ini patut kita tingkatkan lagi. Dari tahun ke tahun perlu kita giatkan terus. Saya mendukung. Kota Tua Sifnana ini harus kita jaga dan lestarikan selalu. Saya juga tadi menghimbau kepada Kepala Desa Sifnana agar selalu jaga dan lestarikan situs bersejarah ini. Ini adalah aset daerah agar generasi selanjutnya dari desa ini bisa tau bahwa mereka memiliki aset berharga yakni kampung tua Kelyotak. Saya berharap agar tempat ini tidak boleh dipindahtangankan ataupun dialihfungsikan namun harus tetap menjadi aset orang Sifnana yang benar-benar harus dijaga,” ujar Fatlolon. (SwM03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *