Mangrove Bisa Hambat Gelombang Tsunami

AMBON, SwaraMaritim.com – Peneliti Muda Cahya Damayanti dari Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon, mengungkapkan mitigasi bencana seperti tsunami tidak hanya bisa dilakukan dengan penerapan teknologi semata. Hal ini bisa dilihat pada beberapa peristiwa bencana tsunami yang pernah terjadi, warga dilindungi dari tsunami karena adanya keberadaan mangrove disepanjang pantai.

Oleh sebab itu, dalam mitigasi bencana kepada warga di Dusun Wainuru, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Dirinya menghimbau dan mengajak warga agar tidak menebang pohon mangrove, serta menjaganya.

Menurut Damayanti, yang lebih penting dari mitigasi bencana adalah perilaku manusia. Oleh sebab itu, sangat penting mengedukasi masyarakat tentang keberadaan mangrove, khususunya yang hidup di pesisir pantai.

“Jangan tebang mangrove, karena tanaman itu adalah penyaring alami dan penghalang yang baik ketika terjadi terjangan tsunami dan intrusi air laut atau pengikisan air laut,” ujarnya, Jumat (6/11/2019).

Dikatakan, mangrove atau yang biasa dikenal dengan sebutan pohon bakau ini dapat dimanfaatkan untuk mengadang atau setidaknya meredam gelombang laut seperti tsunami. Sebab dengan akar tunjangnya yang tumbuh rapat dan melebar, mangrove akan bekerja seperti jaring .

“Kalau dipantai kita ada mangrove, kita jaga itu, namun jika tidak, tetapi potensial untuk kita tanam, ya mengapa tidak dari sekarang ini,” ujar dia. (SwM02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *